
JejakSolo.com – Barcelona tampaknya tidak membuang waktu untuk memperkuat skuadnya di musim panas 2026. Setelah ditinggal Marcus Rashford yang habis masa peminjamannya, klub asal Catalan itu langsung tancap gas mengamankan tanda tangan winger Timnas Inggris, Anthony Gordon, dari Newcastle United.
Kepindahan Gordon ke Camp Nou bukan sekadar rumor. Bintang berusia 25 tahun itu dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dan tinggal selangkah lagi menyelesaikan transfer senilai 70 juta pounds. Lantas, bagaimana Hansi Flick nantinya akan memasang Gordon di tengah tumpukan bintang di lini serang? Setidaknya ada tiga opsi taktik yang bisa dijalankan.
Opsi Pertama: Langsung Gantikan Rashford di Sayap Kiri
Skenario ini adalah yang paling realistis dan menjadi alasan utama kedatangan Gordon. Karena Barcelona enggan mengaktifkan klausul pembelian permanen Rashford, Gordon diproyeksikan untuk langsung mengisi lubang di posisi sayap kiri (winger kiri).
Meski secara statistik (17 gol dan 5 assist) ia harus bekerja ekstra untuk menandingi kontribusi Rashford musim lalu (14 gol, 11 assist), Hansi Flick melihat keunggulan lain dari Gordon. Pemain muda ini dikenal sangat agresif dalam melakukan pressing terhadap bek lawan, sebuah karakter yang sangat ideal dengan filosofi sepak bola intensitas tinggi ala Flick. Dalam formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3, Gordon akan langsung menjadi ancaman di sisi kiri, mendukung striker utama seperti Ferran Torres, sembari beradaptasi dengan fakta bahwa mayoritas serangan Barcelona masih akan dimotori Lamine Yamal di sisi kanan.
Opsi Kedua: Trio Maut Bareng Raphinha dan Yamal
Jika Flick ingin tampil eksperimental, ia bisa memainkan Gordon, Raphinha, dan Lamine Yamal secara bersamaan. Caranya adalah dengan menggeser Raphinha dari posisi sayap kiri ke posisi nomor 10 (playmaker). Dengan begitu, Gordon tetap bisa menempati posisi naturalnya di kiri, sementara Yamal mengamankan kanal kanan.
Namun, skema ofensif ini memiliki konsekuensi besar. Barcelona harus mengorbankan satu gelandang serang murni seperti Dani Olmo atau Fermin Lopez ke bangku cadangan. Oleh karena itu, opsi ini dinilai bukan pilihan utama, dan Gordon kemungkinan besar akan memulai kariernya di Barca sebagai pemain rotasi yang sering masuk dari bangku cadangan pada bulan-bulan awal.
Opsi Kejutan: Striker Darurat Alternatif Lewandowski
Satu fleksibilitas yang membuat Gordon begitu berharga adalah kemampuannya bermain sebagai striker tengah. Di era berakhirnya Robert Lewandowski, Barcelona memang masih aktif mencari penyerang murni baru. Nama-nama seperti Julian Alvarez dan Harry Kane sempat masuk radar, namun harganya sangat mahal.
Nah, di sinilah Gordon bisa menjadi solusi alternatif. Semasa dilatih Eddie Howe di Newcastle, ia beberapa kali sukses dipasang sebagai striker utama. Jika Flick membutuhkan perubahan taktik di tengah laga, Gordon bisa menjadi penyerang tengah darurat yang diapit oleh Lamine Yamal dan Raphinha. Kombinasi trio cepat ini berpotensi menciptakan skema serangan balik mematikan yang menyerang ruang kosong di belakang pertahanan lawan, sekaligus membuka ruang bagi para gelandang kreatif seperti Pedri untuk bermanuver.
Apapun skema yang dipilih, satu hal yang pasti: Gordon akan menambah dimensi baru dan daya gedor Barcelona di musim depan.

