
gambar hanya ilustrasi
Jepang Bekuk Islandia, Gol Menit Terakhir
JejakSolo.com –Tim nasional Jepang berhasil meraih kemenangan dramatis saat menjamu Islandia dalam laga uji coba bertajuk Kirin Challenge Cup 2026. Bertanding di Japan National Stadium, Tokyo, pada Minggu (31/5/2026) malam WIB, Samurai Biru menang tipis 1-0 berkat gol menit terakhir yang tercipta di penghujung babak kedua.
Kemenangan ini terasa istimewa karena datang saat laga nyaris berakhir dengan skor kacamata. Islandia yang dikenal dengan pertahanan rapat dan gaya bermain fisik khas Eropa Utara, sukses menahan gempuran Jepang sepanjang 86 menit. Namun, gol menit terakhir yang dicetak Koki Ogawa membuyarkan semua usaha bertahan tim tamu.
Bagi pelatih Hajime Moriyasu, laga ini menjadi ujian ideal sebelum timnya terbang ke Amerika Serikat untuk berlaga di Piala Dunia 2026. Pasalnya, Islandia memiliki karakter permainan yang mirip dengan Swedia, salah satu calon lawan Jepang di fase grup nanti. Dengan kemenangan dramatis ini, mental para pemain Samurai Biru semakin terasah.
Drama di Menit 87, Koki Ogawa Jadi Pahlawan
Sepanjang pertandingan, Jepang mendominasi penguasaan bola. Mereka terus menusuk dari kedua sisi sayap, tetapi lini belakang Islandia tampil disiplin dan sulit ditembus. Para pemain Jepang seperti Takefusa Kubo dan Daichi Kamada beberapa kali melepaskan tembakan, namun selalu bisa dimentahkan oleh kiper Islandia atau mistul gawang.
Hingga waktu memasuki menit ke-85, skor masih 0-0. Para penonton yang memenuhi stadion mulai cemas. Namun, gol menit terakhir akhirnya datang pada menit ke-87. Semuanya berawal dari pergerakan cepat Yukinari Sugawara di sisi kanan. Ia melepaskan umpan silang terukur ke kotak penalti.
Koki Ogawa, penyerang NEC Nijmegen yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambut bola tersebut dengan sundulan keras. Bola sempat membentur tiang gawang kanan sebelum akhirnya masuk ke jaring gawang Islandia. Stadion pun bergemuruh. Skor 1-0 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan selesai.
“Kami tidak pernah menyerah. Kami tahu gol menit terakhir akan datang jika terus menekan. Ogawa tampil luar biasa,” kata Hajime Moriyasu dalam konferensi pers setelah laga, seperti dilansir JejakSolo.com.
Rekor Impresif Beruntun Tanpa Kebobolan
Kemenangan 1-0 atas Islandia bukan sekadar hasil biasa. Ini memperpanjang catatan apik Jepang yang sedang dalam performa terbaiknya. Samurai Biru kini mencatatkan enam kemenangan beruntun di semua laga persahabatan. Yang lebih mengesankan, dalam lima pertandingan terakhir, Jepang selalu menang tanpa kemasukan gol satu pun.
Sebelum mengalahkan Islandia lewat gol menit terakhir, Jepang sukses menaklukkan lawan-lawan berat seperti Brasil, Ghana, Bolivia, Skotlandia, dan Inggris. Rangkaian hasil positif ini jelas menjadi modal berharga jelang tampil di Piala Dunia 2026.
Jepang sendiri tergabung di Grup F bersama Belanda, Tunisia, dan Swedia. Swedia, dengan postur fisik pemainnya, dinilai paling mirip dengan Islandia. Karena itu, laga dramatis ini memberikan pelajaran penting bagi skuad Samurai Biru untuk tetap tenang dan sabar membongkar pertahanan rapat.
Perpisahan Haru Maya Yoshida
Laga melawan Islandia juga menyimpan cerita emosional. Pertandingan ini menjadi momen perpisahan bagi kapten veteran Maya Yoshida. Bek berusia 37 tahun tersebut memutuskan mengakhiri kariernya di tim nasional setelah bertahun-tahun membela Samurai Biru.
Momen haru terjadi pada menit ke-14. Saat itu, Yoshida ditarik keluar dan diganti oleh pemain lain. Seluruh penonton di Japan National Stadium berdiri dan memberikan tepuk tangan meriah. Rekan-rekan setimnya juga membentuk koridor kehormatan untuk sang kapten.
Yoshida sempat menunduk beberapa saat untuk menahan tangis. Ia kemudian melambaikan tangan ke seluruh sudut stadion. Gol menit terakhir yang dicetak Ogawa seolah menjadi hadiah perpisahan yang manis untuk sang legenda. Usai laga, Yoshida berkeliling lapang untuk terakhir kalinya disambut sorak sorai suporter.
Jadwal Keberangkatan ke Amerika Serikat
Setelah laga dramatis ini, Jepang tidak akan berlama-lama di Tokyo. Rombongan tim dijadwalkan berangkat ke Amerika Serikat pada 2 Juni mendatang. Di sana, mereka akan menjalani pemusatan latihan terakhir sekaligus beradaptasi dengan perbedaan waktu, cuaca, dan kondisi lapangan.
Salah satu agenda penting adalah sesi latihan terbuka yang digelar di Geodis Park, Nashville, pada 8 Juni. Latihan terbuka ini bertujuan mendekatkan tim dengan para pendukung Jepang yang tinggal di Amerika. Sekaligus menjadi ajang pemanasan mental sebelum tampil di pentas Piala Dunia 2026.
Pelatih Moriyasu mengaku puas dengan persiapan sejauh ini. Ia menekankan bahwa gol menit terakhir melawan Islandia menjadi bukti bahwa timnya memiliki karakter juang tinggi. “Pemain tidak pernah menyerah sampai peluit akhir berbunyi. Itulah mentalitas yang kami butuhkan di Piala Dunia nanti,” tegasnya.
Dengan kemenangan dramatis ini, Jepang resmi memperpanjang rekor impresif mereka. Para pecinta sepak bola Asia tentu menaruh harapan besar pada Samurai Biru untuk bisa menembus babak-babak akhir Piala Dunia 2026. Pertanyaannya sekarang: akankah gol menit terakhir menjadi kebiasaan manis bagi Jepang di Amerika nanti? Kita tunggu aksi mereka di Grup F.

