
JejakSolo.com – Buat kamu yang sehari-hari duduk manis di balik meja kantor, hati-hati! Gaya hidup pekerja kantoran zaman now ternyata menyimpan banyak bom waktu kesehatan, salah satunya hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Penyakit yang dijuluki silent killer ini sering datang tanpa gejala. Bisa-bisa kamu sudah kena, tapi gak merasakan apa-apa sampai terjadi komplikasi serius.
Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S(K), membocorkan tiga pemicu hipertensi yang sering banget gak disadari para pekerja kantoran. Yuk, simak biar kamu bisa antisipasi!
1. Mager (Malas Gerak) dan Jebakan Obesitas di Balik Meja Kerja
Duduk berjam-jam di depan layar komputer, pulang kerja langsung rebahan di sofa. Terus, sambil kerja mulut gak berhenti ngemil. Hmm, familiar banget, kan?
“Nah, anak muda sekarang kan malas gerak. Biasanya kalau malas gerak, kerjanya ngemil. Akibatnya? Obesitas,” tegas dr. Eka dalam acara peluncuran tensimeter Omron SF Series di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Penumpukan lemak di perut akan memberi beban ekstra pada jantung. Dan obesitas adalah salah satu faktor risiko utama hipertensi. Jadi, jangan biarkan meja kerja jadi “pabrik lemak”!
2. Kopi Susu Manis & Kualitas Tidur yang Berantakan
Siapa di sini yang gak bisa mulai hari tanpa segelas kopi susu kekinian? Atau bahkan minum kopi sampai tiga kali sehari biar tetap fokus mengerjakan deadline.
Peringatan dari dr. Eka: waspadai gula tambahan! Kopi susu dengan sirup dan topping krim berlebih itu sumber kalori dan gula yang bisa memicu obesitas.
Solusinya? Minum kopi hitam tanpa gula, cukup dua cangkir sehari. Jangan lebih.
Yang juga gak kalah penting: kualitas tidur. Bekerja hingga larut malam atau sistem shift mengacaukan irama sirkadian tubuh. Akibatnya, tekanan darah cenderung naik.
“Tidur yang efektif bukan cuma durasinya, tapi kedalaman tidurnya juga penting. Tidur delapan jam tapi sering gelisah atau kaget-kaget, tetap gak efektif,” jelas dr. Eka.
3. Stres Kronis: Bom Waktu dari Beban Pikiran
Target kerja yang numpuk, ekspektasi atasan yang tinggi, tenggat waktu yang mepet… semua ini bikin stres menumpuk.
Kalau dibiarkan terus-menerus tanpa relaksasi, stres kronis bisa memicu penyempitan pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah secara drastis. Risiko terburuk: pecah pembuluh darah otak.
“Relaksasi itu penting. Paling enggak setengah jam, itu yang penting,” saran dr. Eka.
Luangkan waktu untuk meditasi singkat, tarik napas dalam-dalam, atau sekadar jalan-jalan sebentar menjauh dari layar komputer. Beban pikiran yang dilepaskan akan sangat membantu menurunkan tekanan darah.
Jangan Abaikan Peringatan Dini!
Hipertensi tidak selalu menunjukkan gejala. Tapi kalau sering pusing, tengkuk terasa berat, mudah lelah, atau pandangan kabur, segera cek tekanan darahmu.
Bagi pekerja kantoran, tiga pemicu di atas (mager, kopi manis & tidur buruk, stres kronis) sering dianggap biasa. Padahal, efek jangka panjangnya bisa fatal.
Solo, mulai sekarang gerak lebih aktif, batasi gula, dan jangan lupa relaksasi. Jaga tekanan darah, jaga masa depan!
