
Harga & Desain iPhone Lipat Rp 50 Juta Beredar, Apple Pilih Jalan Sendiri
Casing Pelindung Bocor, Bentuk iPhone Lipat Bukan Tiruan Samsung
JejakSolo.com, 1 Juni 2026 – Dunia teknologi kembali bergemuruh. Bocoran terbaru menunjukkan bahwa ponsel lipat pertama Apple, yang santer disebut iPhone Ultra, kini desainnya semakin nyata. Sebuah gambar casing pelindung untuk perangkat ini beredar luas di internet. Bukan dari sumber sembarangan, foto itu pertama kali muncul di situs iFunSmart. Kehadiran aksesori pihak ketiga ini menandakan satu hal: Apple sudah mengunci desain final iPhone lipat mereka.
Yang menarik, Apple ternyata tidak sekadar mengikuti arus. Banyak yang mengira iPhone lipat bakal menyerupai Samsung Galaxy Z Fold dengan format buku vertikal. Tapi nyatanya, Apple memilih pendekatan berbeda. Saat dibentangkan, layar iPhone Ultra disebut memiliki rasio lebih lebar. Bentuknya justru lebih mirip iPad Mini ketimbang ponsel lipat pada umumnya.
Keputusan ini cukup cerdas. Dengan format lebar, pengguna bisa menikmati konten hiburan seperti film, serial, atau game secara maksimal. Tidak ada lagi sudut hitam mengganggu saat menonton video rasio lebar. Apple seolah ingin mengatakan bahwa mereka tidak peduli dengan tren, mereka hanya peduli pada pengalaman pengguna.
Bocoran casing juga memperlihatkan detail menarik lainnya. Modul kamera belakang terlihat ramping, tidak jumbo seperti ponsel lipat lain. Bodinya pun sangat tipis. Apple juga tetap setia dengan ekosistem mereka, karena casing ini mendukung magnetik MagSafe. Jadi aksesori lama pengguna iPhone masih bisa dipakai.
Tanpa Face ID, Apple Kembali ke Touch ID
Fitur keamanan menjadi salah satu kejutan terbesar. Beredar kabar bahwa iPhone Ultra tidak akan dibekali Face ID. Padahal teknologi itu sudah menjadi ciri khas iPhone premium sejak iPhone X. Lantas apa penggantinya? Apple konon memilih kembali ke Touch ID, pemindai sidik jari yang dulu sempat ditinggalkan.
Touch ID pada iPhone Ultra ini ditempatkan secara praktis di tombol samping. Cara keranya sederhana: saat pengguna menekan tombol untuk menyalakan layar, sidik jari otomatis terbaca. Sistem ini sebenarnya sudah Apple terapkan di iPad Air dan iPad mini. Jadi bukan hal baru bagi Apple, hanya baru untuk lini iPhone premium.
Keputusan menghilangkan Face ID ini tentu menimbulkan pertanyaan. Mungkin Apple kesulitan menanamkan sensor Face ID di bodi super tipis yang hanya 4,5 mm saat terbuka. Atau bisa juga karena alasan harga. Yang jelas, Touch ID di tombol samping terbukti cepat dan akurat. Banyak pengguna bahkan merindukan sidik jari setelah beberapa tahun pakai Face ID.
Spesifikasi Dua Layar OLED dengan Ketebalan Ekstrem
Soal layar, iPhone Ultra kabarnya mengusung panel OLED ganda. Layar eksternal (saat lipat) berukuran 5,5 inci. Layar internal (saat terbuka) seluas 7,8 inci. Keduanya menggunakan teknologi OLED yang terkenal dengan warna hitam pekat dan kontras tinggi.
Ketebalannya tergolong revolusioner. Saat dilipat, iPhone Ultra hanya setebal 9,5 milimeter. Angka ini sudah tipis untuk ukuran ponsel lipat. Tapi saat dibentangkan penuh, ketebalannya menyusut drastis menjadi hanya 4,5 milimeter. Lebih tipis dari rata-rata tablet masa kini. Apple jelas sangat memperhatikan faktor portabilitas.
Sayangnya ada satu fitur yang mungkin mengecewakan sebagian orang. Untuk urusan fotografi, iPhone Ultra hanya membawa dua kamera belakang. Tidak ada lensa telefoto. Modul tersebut terdiri dari kamera utama 48 MP dan kamera ultrawide 48 MP. Dua kamera ini disandingkan tanpa tambahan lensa zoom optis. Jadi pengguna harus mengandalkan zoom digital jika ingin foto jarak jauh.
Untuk kebutuhan selfie, Apple menerapkan strategi berbeda. Satu lensa ditempatkan di layar luar (biasa digunakan saat ponsel lipat). Sementara di layar bagian dalam, Apple mengadopsi teknologi kamera tersembunyi di bawah layar (under-display camera). Teknologi ini membuat layar dalam mulus tanpa punch hole atau notch. Namun kualitas kameranya biasanya sedikit di bawah kamera biasa. Kita lihat saja nanti hasil jepretannya.
Chip A20 Pro dan RAM 12 GB, Siap Tenaga
Sektor dapur pacu menjadi andalan utama. iPhone Ultra akan diotaki oleh chip A20 Pro, generasi terbaru dari Apple Silicon. Chip ini diproduksi dengan proses 3 nanometer yang lebih hemat daya dan lebih bertenaga dibanding pendahulunya. Apple tidak pernah main-main dengan urusan prosesor.
RAM yang disematkan juga cukup lega, yaitu 12 GB. Angka ini lebih besar dari iPhone 17 Pro Max yang kabarnya hanya 8 GB. Dengan RAM sebesar itu, multitasking berat di layar 7,8 inci bakal terasa mulus. Buka banyak aplikasi, edit video, atau main game berat seharusnya tidak jadi masalah.
Yang menarik, Apple juga menambahkan chip khusus bernama C2. Chip ini bertugas khusus untuk mengelola efisiensi energi. Artinya, meski layar besar dan prosesor kencang, Apple tetap berusaha menjaga agar baterai tidak cepat habis. C2 bekerja di latar belakang, mengatur aliran listrik ke komponen mana yang sedang aktif. Ini mirip dengan pendekatan yang dulu Apple terapkan di chip M series pada MacBook.
Harga Rp 50 Juta, Apakah Sebanding dengan Spesifikasi?
Faktor terakhir yang tidak kalah penting: harga. Beredar kabar bahwa iPhone Ultra dibanderol sekitar Rp 50 juta. Angka ini jelas tidak murah. Dengan uang segitu, seseorang bisa membeli satu laptop gaming kelas menengah plus satu ponsel mid-range. Atau bisa juga membeli dua ponsel flagship dari merek lain.
Tapi Apple selalu punya pangsa pasarnya sendiri. Penggemar setia Apple biasanya tidak terlalu mempersoalkan harga, selama produknya memberikan pengalaman terbaik. iPhone Ultra menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: ponsel lipat dengan ekosistem Apple yang matang. Integrasi dengan iCloud, App Store, Apple Pay, dan ribuan aplikasi iOS yang sudah dioptimalkan adalah nilai jual utama.
Selain itu, Apple juga terkenal dengan nilai jual kembali (resale value) yang tinggi. Setelah dua tahun dipakai, iPhone biasanya masih laku dengan harga cukup baik. Jadi biaya kepemilikan jangka panjangnya tidak setinggi kelihatannya.
Tentu semua bocoran ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Apple sendiri belum mengumumkan tanggal rilis resmi iPhone Ultra. Tapi dengan beredarnya casing dari pihak ketiga, bisa dipastikan peluncurannya tidak akan lama lagi. Para penggemar Apple yang sudah tidak sabar mungkin mulai menabung dari sekarang. Soalnya Rp 50 juta bukanlah uang kecil.

