
JejakSolo.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, kembali menjadi pusat perhatian. Masjid terbesar di Asia Tenggara ini telah menerima puluhan ekor hewan kurban dari berbagai tokoh nasional, pejabat tinggi negara, hingga perusahaan. Hingga Selasa siang (26/5/2026), total sudah ada 61 ekor sapi dan tujuh ekor kambing yang tercatat sebagai amanah kurban.
Ketua Panitia Kurban Masjid Istiqlal, Mas’ud Halimin, menyatakan bahwa jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Pihaknya masih membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat umum yang ingin menitipkan hewan kurbannya di Masjid Istiqlal.
“Sampai saat ini sudah 61 ekor (sapi). Mudah-mudahan akan bertambah. Kita sampaikan ke masyarakat mudah-mudahan masyarakat mau tergerak untuk berkurban di Istiqlal,” ujar Mas’ud.
Sapi “Sultan” dari Istana dan Tokoh Nasional
Dari puluhan sapi yang terkumpul, dua di antaranya adalah sumbangan spesial dari Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kedua sapi dari orang nomor satu dan dua di Indonesia itu sama-sama memiliki kualitas premium, berjenis Limosin dengan bobot yang sangat fantastis, yakni lebih dari 1 ton.
Tak ketinggalan, nama Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, juga turut menyumbang. Mas’ud mengonfirmasi bahwa Megawati memang rutin mengirimkan sapi kurban ke Istiqlal setiap tahunnya.
Selain para tokoh, sederet instansi pemerintah dan perusahaan besar juga ikut berpartisipasi. Beberapa di antaranya adalah Kementerian Hukum, Kementerian PU, PT Telkom, BSI, Katedral Jakarta, Menteri Sekretaris Negara, Kapolri, hingga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Jadwal Pemotongan dan Pembagian yang Tertib
Terkait pelaksanaan penyembelihan, Masjid Istiqlal memutuskan untuk memulai proses pemotongan pada Kamis (28/5/2026) pagi. Keputusan ini diambil agar seluruh rangkaian ibadah Shalat Idul Adha yang jatuh pada Rabu (27/5/2026) dapat berjalan lebih fokus dan khusyuk tanpa terbebani oleh aktivitas pemotongan.
“Waktunya mungkin terkuras kalau kita langsung ya, jadi kita ambil satu hari sesudahnya,” jelas Mas’ud.
Mengenai teknis distribusi daging kurban, manajemen Masjid Istiqlal bersama Kementerian Agama memastikan tidak akan menggunakan sistem kupon yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Sistem pembagian dirancang sedemikian rupa agar lebih tertib dan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.

