
JejakSolo.com – Momen Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, mendadak berubah menjadi duka. Seorang tukang sembelih hewan kurban dilaporkan meninggal dunia saat sedang bertugas di salah satu masjid pada Rabu (27/5/2026). Korban berinisial TS (60) ini diduga kuat mengalami serangan jantung mendadak.
Peristiwa nahas ini terjadi saat korban yang merupakan warga Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, sedang menjalankan tugasnya sebagai jagal hewan kurban di Masjid Darul Solikhin. Saat itu, warga setempat tengah melakukan pemotongan dua ekor sapi dan tiga ekor kambing.
Kapolsek Sidorejo Polres Salatiga, Sunoto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban sengaja dipanggil oleh panitia untuk memastikan proses penyembelihan berjalan dengan lancar dan cepat.
“Selain gotong royong oleh warga, juga mengundang tukang sembelih dan tukang kelet agar proses penyembelihan berjalan lancar dan cepat,” kata Sunoto.
Keluhkan Sakit Dada Sebelum Ambruk
Insiden bermula ketika korban tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit yang cukup hebat di bagian dadanya. Melihat kondisi korban yang memburuk, warga yang berada di sekitar lokasi panik dan langsung berinisiatif memberikan pertolongan darurat.
Tanpa membuang waktu, warga segera memanggil ambulans untuk membawa TS ke RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo. Sayangnya, nyawa pria berusia 60 tahun itu tidak tertolong. Sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Sunoto menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan medis, dugaan kuat penyebab kematian adalah serangan jantung. Hal ini diperkuat dengan tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan atau luka akibat kecelakaan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan kecelakaan di tubuh korban, warga sudah berusaha melakukan pertolongan namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya.
Kepergian TS di hari yang penuh berkah ini tentu menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menjaga kesehatan fisik, terutama bagi mereka yang menjalani pekerjaan berat.

