
JejakSolo.com – Nasib nahas menimpa pasangan pengantin baru, Aldi (32) dan Feny (32). Bukannya menikmati indahnya hari pernikahan tanpa beban, mereka justru harus berurusan dengan pihak kepolisian sehari setelah resepsi. Pasalnya, wedding organizer (WO) yang mereka percayakan untuk mengurus hari bahagia mereka justru menghilang dan diduga kuat membawa kabur uang hingga Rp85,5 juta.
Kasus ini kini tengah dalam penyelidikan intensif Polres Metro Jakarta Timur. Kasat Reskrim AKBP Bayu Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya akan segera bergerak melakukan pengecekan langsung ke lokasi kantor WO tersebut yang beralamat di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Jakarta Timur.
“Kita rencana hari ini mau mengecek terlebih dahulu, kan katanya kantornya ada di JGC. Kita mau cek kantornya di JGC seperti apa,” ujar Bayu saat dihubungi, Senin (25/5/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan kebenaran informasi dan mencari tahu lebih dalam aktivitas WO tersebut. Apalagi, berdasarkan pengakuan korban, mereka sebelumnya pernah melakukan prosesi fitting baju pengantin di kantor itu.
“Katanya kan si korban sempat fitting baju di kantornya di JGC. Kita mau cek dulu ke sana, benar nggak ada kantornya di sana. Dalam rangka mencari informasi juga, karena baru kemarin baru kita terima laporannya,” jelas Bayu.
Pernikahan yang Hampir Gagal
Kronologi kejadian ini begitu dramatis. Aldi dan Feny tetap melangsungkan pernikahan mereka pada Sabtu (23/5) meski situasi sedang kacau. Sehari setelahnya, tepat di hari Minggu sore, mereka langsung melaporkan kasus ini ke polisi.
Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap tiga orang saksi termasuk kedua mempelai, terungkap fakta bahwa pemilik WO sudah tidak bisa dihubungi menjelang hari-H.
“Jadi sebelum berlangsung pernikahan, korban sempat menemui si pihak WO. Sebelum pernikahannya berlangsung, nggak ada kabar, dan hilang. Dia (korban) tetap melangsungkan pernikahannya tanggal 23, kemarin tanggal 24 dia bikin laporan polisi sore,” papar Bayu.
Awalnya Terlihat Profesional
Feny menceritakan, ia menemukan jasa WO bernama “Marwah” ini melalui media sosial Instagram. Semua terlihat meyakinkan. Ia tertarik dengan daftar harga dan paket pernikahan yang ditawarkan, lalu memutuskan membayar uang muka.
“Awalnya, saya dapat info dari Instagram. Setelah lihat daftar harga dan paket-paketnya, saya bayar DP dulu. Total kerugian Rp85,5 juta,” kisah Feny.
Agar semakin meyakinkan, WO ini bahkan menggelar acara test food yang dihadiri banyak staf profesional. Di sana, Feny melihat langsung vendor dekorasi, make-up artist, MC, hingga contoh pelaminan dan makanan prasmanan. Pasangan ini juga sempat melakukan fitting baju di kantor WO tersebut.
Pembayaran pun dilakukan secara bertahap dan akhirnya lunas pada awal April 2026.
Menghilang 10 Hari Sebelum Acara
Kecurigaan mulai muncul pada 11 Mei, saat mereka menambah jumlah tamu. Technical meeting (TM) yang digelar secara online berlangsung sangat singkat dan tidak profesional. Puncaknya terjadi pada 13 Mei atau H-10 acara, saat pihak Gedung Islamic Center Bekasi tiba-tiba menghubungi mereka.
Isinya mengejutkan: pembayaran sewa gedung ternyata belum dilunasi oleh WO.
Aldi dan Feny panik dan berusaha keras menghubungi pihak WO berkali-kali, namun nihil. Di H-1 pernikahan, mereka nekat mendatangi langsung kantor WO di JGC. Mereka hanya menemukan kantor yang sudah kosong melompong.
Kasus WO kabur ini kini menjadi viral di media sosial dan menambah daftar panjang pasangan yang menjadi korban penipuan serupa. Publik berharap polisi bisa segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku yang telah merusak momen paling sakral dalam hidup seseorang.

