
JejakSolo.com – Dunia persepakbolaan Italia lagi rame soal masa depan gelandang muda Argentina, Nico Paz. Belakangan ini, publik dikejutkan dengan munculnya pujian dari Wakil Presiden Inter Milan, Javier Zanetti, untuk pemain Como yang ciamik itu. Namun, pujian yang dianggap ‘kelewatan’ itu langsung bikin pelatih Como, Cesc Fabregas, naik pitam dan merespons dengan sambitan pedas yang khas.
Berawal dari pernyataan Zanetti yang secara gamblang mengagumi bakat Nico Paz, bahkan sempat mengungkap kalau dirinya pernah makan malam bersama keluarga pemain tersebut. Legenda Inter itu juga menyebut bahwa pemain mudanya Los Blancos itu cocok di tim papan atas mana pun, walau akhirnya diprediksi bakal balik ke Real Madrid. Dari situlah muncul spekulasi liar kalau Inter Milan benar-benar serius ingin memboyong Nico Paz di bursa transfer musim panas 2026.
Fabregas: ‘Nggak Bakal ke Inter!’
Gak butuh waktu lama, Cesc Fabregas langsung buka suara. Dengan nada yang sedikit dingin namun tegas, pria asal Spanyol itu minta maaf dan menyebut kalau Zanetti seharusnya tahu dinamika transfer yang berlaku. Menurutnya, yang berhak ngomong soal masa depan Nico Paz ya cuma Real Madrid selaku klub pemilik penuh hak, dan Como selaku klub yang saat ini jadi rumahnya.
Lebih lanjut, Fabregas menyatakan bahwa apa yang dilakukan Zanetti untuk ‘merayu’ Nico Paz di depan publik adalah tindakan yang sia-sia. Ia memastikan, anak asuhnya itu cuma punya dua pilihan musim depan: bertahan di Como atau balik ke Real Madrid. Sama sekali gak ada opsi pindah ke klub lain, termasuk Inter Milan.
“Nico adalah 50 persen pemain Como, tapi dia milik kami. Satu-satunya klub yang bisa bicara apa pun adalah Real Madrid. Saya tahu Zanetti tidak bekerja untuk Madrid atau Como, jadi rasa hormat itu harus ditunjukkan. Ada juga pesan-pesan kecil yang tidak saya sukai,” sindir Fabregas dengan ketus.
Klasik: Inter Mau Caplok, Como Coba Bertahan
Aksi saling sindir ini sebenarnya sudah seperti drama klasik di bursa transfer. Inter yang butuh penyegaran di lini tengah, kepincut sama performa apik Nico Paz. Sementara Como yang saat ini dilatih mantan bintang Arsenal dan Barcelona itu, tentu akan berusaha mati-matian mempertahankan pemain kuncinya.
Sengketa hak milik yang masih 50 persen milik Real Madrid memang bikin semua klub mesti mikir dua kali. Dengan klausul buy-back yang sudah disepakati, ‘Los Blancos’ punya hak istimewa untuk menebus pemainnya kembali. Bagi Inter, butuh strategi jitu untuk bisa menggagalkan rencana itu.
Nah, apakah drama transfer ini bakal berlanjut atau berakhir di sini? Kita pantau terus, Solo!
