
JejakSolo.com – Sebuah sejarah baru tercipta untuk sepak bola Indonesia. Frans Putros, bek andalan Persib Bandung, secara resmi menjadi pemain aktif Liga Indonesia pertama yang tampil di Piala Dunia. Pemain berusia 32 tahun itu akan membela Timnas Irak pada ajang bergengsi Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kepastian ini sekaligus membuka peluang manis bagi Persib Bandung. Klub berjuluk Maung Bandung itu berpotensi mengantongi keuntungan finansial lumayan dari FIFA berkat keikutsertaan pemainnya di turnamen paling bergengsi sedunia. Lantas, berapa besar kompensasi yang bakal diterima? Dan bagaimana skemanya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Perjalanan Frans Putros Menuju Piala Dunia 2026
Frans Putros bukanlah nama asing bagi penggemar sepak bola nasional. Ia sudah malang melintang di kompetisi Indonesia sejak 2017. Sebelum membela Persib, pemain kelahiran Denmark itu pernah memperkuat PSMS Medan, Madura United, dan Persebaya Surabaya.
Kariernya bersama Timnas Irak terus menanjak. Pelatih timnas Irak, Jesus Casas, secara konsisten memanggilnya sejak tahun 2023. Performa solid Frans di sektor pertahanan Persib musim ini menjadi kunci utama panggilan tersebut.
Jadwal Pemusatan Latihan dan Uji Coba
Timnas Irak sudah memulai pemusatan latihan di Spanyol sejak 23 Mei 2026. Frans Putros bergabung setelah menyelesaikan seluruh agenda Persib di Super League 2025-2026.
Pada 29 Mei 2026, ia sudah tampil dalam laga uji coba melawan Timnas Andorra. Hasilnya, Irak menang tipis 1-0. Penampilan Frans sebagai bek sayap kanan cukup solid selama 70 menit.
Berikut jadwal penting Irak di Piala Dunia 2026:
- 16 Juni 2026: Irak vs Norwegia (laga pembuka grup)
- 26 Juni 2026: Irak vs Senegal
Dua laga ini akan menentukan langkah Irak ke babak selanjutnya. Jika Irak lolos ke fase gugur, maka durasi Frans Putros bersama timnas akan semakin panjang, dan otomatis kompensasi untuk Persib juga membengkak.
H2: Program Kompensasi FIFA: Club Benefit Programme 2026
FIFA tidak tinggal diam terhadap klub-klub yang “rela” melepas pemainnya ke ajang internasional. Mereka kembali menjalankan program bernama Club Benefit Programme. Program ini khusus dirancang untuk memberikan kompensasi finansial kepada klub yang pemainnya dipanggil memperkuat tim nasional di Piala Dunia.
H3: Skema Perhitungan Kompensasi
Cara hitungnya cukup sederhana namun menggiurkan. Kompensasi dihitung berdasarkan jumlah hari pemain bersama tim nasional selama turnamen berlangsung. Setiap hari pemain “dipinjam”, klub akan mendapat sejumlah uang.
FIFA menggunakan rumus baku:
Total Dana yang Dibagikan (misal: 209 juta USD di 2022) dibagi Total Hari Seluruh Pemain (contoh 2022: 19.080 hari) = Nilai per pemain per hari.
Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, angka per hari yang diterima setiap klub mencapai USD 10.950 atau sekitar Rp 178 juta per hari (kurs Rp 16.250). Jumlah ini luar biasa besar!
H3: Perluasan Manfaat di Edisi 2026
Kabar baiknya, untuk edisi 2026, FIFA memperluas cakupan penerima manfaat. Klub kini tidak hanya mendapat kompensasi saat pemain tampil di putaran final. Mereka juga sudah bisa mendapatkan bantuan sejak pemain tampil di babak kualifikasi Piala Dunia.
Ini berarti, perjalanan panjang Irak lolos ke Piala Dunia 2026 juga berkontribusi pada kantong Persib. Meskipun nilai per hari di kualifikasi mungkin berbeda, tetap saja ini tambahan pemasukan yang tidak terduga.
H2: Berapa Keuntungan yang Bakal Diraih Persib?
Kita coba hitung secara kasar. Jika Irak hanya bermain dua laga fase grup (asumsi tidak lolos), maka durasi Frans Putros bersama timnas sekitar 14 hari (dari tanggal 1 Juni hingga 16 Juni atau hingga 26 Juni, tergantung jadwal).
Dengan nilai per hari konservatif USD 10.000 (karena total dana FIFA 2026 diprediksi naik), maka:
14 hari x USD 10.000 = USD 140.000 atau sekitar Rp 2,27 miliar.
Angka fantastis untuk sebuah klub Liga Indonesia. Apalagi jika Irak lolos ke babak 16 besar atau perempat final, durasi bisa menjadi 21-28 hari, sehingga pendapatan bisa menyentuh Rp 3,5 hingga 4,5 miliar.
Selain uang tunai, Persib juga mendapat keuntungan non-finansial:
- Peningkatan nilai jual pemain: Meski Frans berusia 32, prestasi membela Irak di Piala Dunia bisa menaikkan harga pasarnya.
- Brand exposure: Nama Persib akan disebut-sebut media internasional sebagai klub asal pemain Irak. Ini promosi gratis.
- Kepercayaan diri skuad: Pemain lain di Persib termotivasi melihat rekannya sukses ke Piala Dunia.
H2: Reaksi Persib dan Dukungan untuk Frans Putros
Manajemen Persib Bandung melalui pelatih dan direktur olahraga menyatakan kebanggaan mendalam. Mereka sepenuhnya mendukung langkah Frans untuk membela Irak.
“Kami sangat bangga. Ini bukan hanya kebanggaan Frans, tapi juga kebanggaan seluruh keluarga besar Persib. Semoga ia tampil maksimal dan membawa Irak berjaya,” ujar pernyataan resmi klub yang kami kutip.
Para bobotoh (sebutan suporter Persib) juga antusias. Mereka ramai-ramai mengucapkan selamat dan berdoa agar Frans Putros sukses di pentas dunia. Banyak dari mereka yang berencana nonton bareng laga Irak vs Norwegia.
H3: Tantangan yang Dihadapi Frans Putros
Tentu tidak mudah. Bermain di Piala Dunia adalah tekanan tertinggi dalam karier seorang pesepak bola. Frans harus bersaing dengan pemain Eropa dan Amerika yang notabene lebih kompetitif.
Namun, pengalamannya bermain di Liga Indonesia yang keras mungkin menjadi keuntungan tersendiri. Fisiknya yang tangguh dan tak mudah dijatuhkan bisa menjadi senjata untuk menghadapi striker Norwegia atau Senegal yang besar-besar.
Fakta Menarik Lainnya: Pemain Lain dari Liga Indonesia?
Selain Frans Putros, ada satu pemain lain yang sempat masuk radar. Ia adalah Jordi Amat, bek naturalisasi Timnas Indonesia yang juga bermain di Liga Thailand (bukan Indonesia). Namun, Jordi gagal membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah agresivitas gol dari Vietnam di babak ketiga kualifikasi.
Dengan demikian, Frans Putros benar-benar pemain tunggal asal Liga Indonesia di Piala Dunia 2026. Ini catatan istimewa.
H2: Dampak Jangka Panjang bagi Sepak Bola Indonesia
Keberhasilan Frans Putros menembus Piala Dunia 2026 membuka mata banyak pihak. Selama ini, banyak yang meragukan kualitas pemain Liga Indonesia. Kini, terbukti bahwa pemain yang bermain di kompetisi domestik pun bisa bersaing di level tertinggi dunia.
Dampaknya:
- Agen dan klub asing mulai melirik pemain Liga Indonesia secara lebih serius.
- Pemain lokal termotivasi untuk bekerja lebih keras demi mencapai mimpi yang sama.
- Manajemen klub mulai lebih profesional dalam mengelola program latihan dan nutrisi pemain.
FIFA melalui program kompensasi juga memberi efek domino positif. Klub-klub seperti Persib yang getol melahirkan pemain timnas akan mendapat suntikan dana segar. Dana itu bisa diinvestasikan lagi ke akademi dan fasilitas latihan.
Apakah Ada Klub Lain yang Beruntung?
Selain Persib, mungkin juga ada klub lain yang melepas pemainnya ke Piala Dunia 2026. Sebut saja klub-klub Eropa yang notabene memasok puluhan pemain. Namun, untuk kawasan Asia Tenggara, hanya Persib yang beruntung.
Ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pengamat sepak bola ASEAN. Biasanya, klub Thailand atau Vietnam yang lebih sering merasakan kompensasi FIFA. Kini giliran Indonesia.
H3: Bagaimana Cara Klub Mendapatkan Dana Kompensasi?
Prosesnya tidak rumit. Klub tidak perlu mengajukan permohonan. FIFA secara otomatis akan menghitung berdasarkan data resmi yang dikirim oleh federasi nasional (dalam hal ini Asosiasi Sepak Bola Irak).
FIFA akan mengirimkan dana langsung ke rekening klub dalam hitungan minggu setelah turnamen usai. Tidak ada potongan atau biaya administrasi. Bersih.
Ini beda dengan kompensasi cedera pemain saat bela timnas yang harus melalui prosedur klaim asuransi. Club Benefit Programme jauh lebih sederhana.
Kesimpulan: Persib Untung Besar, Sepak Bola Indonesia Bergairah
Keikutsertaan Frans Putros di Piala Dunia 2026 bukan hanya kebanggaan moral, tetapi juga membawa berkah materi bagi Persib Bandung. Dengan potensi kompensasi mencapai miliaran rupiah dari FIFA, ini menjadi contoh nyata bagaimana prestasi individu pemain bisa berdampak ekonomi bagi klub.
Bagi JejakSolo.com, ini adalah kabar menggembirakan. Semoga ke depan semakin banyak pemain Liga Indonesia yang berlaga di pentas dunia. Dan semoga program kompensasi FIFA terus berlanjut dan meningkat nilainya.
Pantau terus JejakSolo.com untuk berita-berita terkini seputar perjuangan Frans Putros bersama Irak di Piala Dunia 2026. Jangan lupa dukung timnas Irak karena di sana ada darah Indonesia, yaitu Frans Putros.

